Polri Bersihkan Area Terdampak Banjir Bandang di Kampung Tengah Kecamatan Palembayan Agam Sumbar

  


Tim SAR Resimen II Pasukan Pelopor BKO Polda Sumatera Barat (Sumbar) melaksanakan aksi kemanusiaan dengan membersihkan area terdampak banjir bandang di Desa Kampung Tengah, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.

Pembersihan material dampak banjir ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri dalam membantu pemulihan lingkungan sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pascabencana.

Kegiatan pembersihan tersebut berlangsung pada Minggu, 18 Januari 2025, dengan fokus di sepanjang bantaran sungai yang sebelumnya diterjang arus banjir bandang.

Lokasi ini menjadi titik krusial karena material sisa banjir menumpuk dan berpotensi menghambat aliran air serta aktivitas warga sekitar.

Aksi tersebut dilakukan sebagai langkah preventif dan preemtif guna mencegah terjadinya banjir susulan. Material lumpur, kayu, bebatuan, dan sampah rumah tangga yang terbawa arus banjir dibersihkan agar fungsi sungai kembali normal.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan memulihkan kondisi lingkungan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang terdampak.

Pembersihan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan unsur terkait, aparat setempat, serta masyarakat Desa Kampung Tengah.

Tim SAR Resimen II Pasukan Pelopor bekerja menyisir bantaran sungai, mengangkat kayu besar, mengeruk lumpur, dan mengumpulkan sampah agar tidak kembali terbawa arus. Sinergi antara Polri dan warga ini mencerminkan soliditas dalam membangun wilayah yang lebih kondusif pascabencana.

Tim SAR Resimen II Pasukan Pelopor BKO Polda Sumbar hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu masyarakat memulihkan lingkungan pascabanjir.

Pembersihan ini penting agar aliran sungai lancar dan aktivitas warga bisa kembali berjalan aman, Warga setempat pun mengapresiasi langkah Polri karena mempercepat pemulihan wilayah mereka.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, kondisi bantaran sungai di Kampung Tengah mulai tertata dan risiko banjir susulan dapat diminimalisir. Kolaborasi antara Polri dan masyarakat diharapkan terus terjaga sebagai fondasi dalam membangun ketangguhan daerah menghadapi bencana.

Kehadiran Polri di tengah masyarakat menjadi simbol kepedulian, penguatan kamtibmas, serta dorongan agar kehidupan warga kembali normal, aman, dan produktif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dugaan Perilaku Ekshibionis di Malang Berakhir Damai, Polisi : Hanya Salah Paham

Polresta Malang Kota Kirim Personel Satlantas Terbaik ke Bali Sukseskan WWF Ke-10

Sambang Nelayan Alami Laka Laut, Satpolairud Polres Bangkalan Himbau Utamakan Keselamatan Berlayar